Kamis, 25 November 2010

Diriku yang Sangat Submisif

Saya mempunyai ciri-ciri sifat submisif. Ketika saya ingin mengatakan sesuatu pada orang lain, saya tidak langsung mengatakannya. Ketika saya ingin berbagi informasi di sebuah forum besar, saya malu untuk berbagi. Jika saya tidak suka terhadap sikap orang lain, saya cenderung diam  saja.  Untuk menasihati orang lain,  saya sering tidak berani, malu, atau  takut dengan reaksi orang lain setelah saya memberi nasihat. Saya terlalu memikirkan perasaan orang lain. Bahkan jika saya ingin menjawab pertanyaan di suatu forum, rasanya sulit sekali untuk menjawab. Sikap-sikap seperti itu sudah ada pada diri saya sejak dulu dan sulit untuk menghilangkannya. Dibutuhkan keberanian yang cukup untuk berbicara dengan asertif.
Saya sadar sikap-sikap seperti itu tidak baik, sehingga saya ingin mengurangi sifat submisif saya, lebih baik lagi jika sifat tersebut hilang dari diri saya sendiri. Namun, saya tidak tahu secara pasti bagaimana cara menghilangkannya. Yang saya tahu hanyalah melatih diri sendiri untuk lebih percaya diri dalam berbicara dan lebih siap dengan reaksi orang lain setelah saya berbicara.
Ternyata, reaksi orang lain tidak seburuk yang saya bayangkan. Suatu saat saya pernah menyampaikan pendapat di kelas, saya tidak menyangka karena pendapat saya dihargai. Sebelum berpendapat, ada yang memotivasi saya untuk berbicara, sehingga saya akhirnya dapat berbicara di kelas untuk menyampaikan pendapat. Saya juga pernah menasihati teman saya. Setelah saya berniat menasihat, saya masih ragu apakah saya harus menasihati dia atau lebih baik diam saja daripada menyakiti hati teman. Setelah mendapat motivasi dari orang lain dan sudah merasa cukup berani untuk berbicara, saya akhirnya menasihati teman saya. Teman saya tidak marah setelah saya nasihati, tetapi justru menganggap nasihat itu sebagai peringatan. Kedua hal tersebut dapat saya lakukan karena saya mendapat motivasi dari orang lain. Motivasi dari orang lain bukan  paksaan, sehingga saya dapat berbicara dengan asertif.
Dari berbagai pengalaman yang menunjukkan bahwa saya juga dapat bersikap asertif, saya butuh dorongan dari dalam diri sendiri dan motivasi dari orang lain. Ketika saya berhasil bersikap asertif, saya merasa lega karena apa yang ingin saya katakan dapat tersampaikan. Ini sangat berguna bagi saya dan juga orang lain, seperti jika saya menyampaikan informasi di suatu forum besar dan menasihati orang lain. Saya berharap agar sifat asertif ada pada diri saya untuk seterusnya.



1 komentar: